KNPI, Tantangan dan Peluang dalam Dinamika Kebangsaan

Oleh Her Suprabu
Ketua Umum DPD KNPI Kota Solo

Belajar sejarah kepemudaan tidak cukup dengan menghapalkan cerita tentang Budi Oetomo atau sumpah pemuda. Ada satu semangat perjuangan dalam sejarah gerakan kaum muda di Indonesia yang begitu besar, yaitu semangat kepeloporan kaum muda. Semangat ini sebagai sumber kekuatan, energi dan daya dorong bagi pembaharuan kaum muda di Indonesia.

Dalam istilah lain identitas terbaik yang dimiliki oleh pemuda Indonesia saat ini adalah, kesadaran bahwa kita memiliki tugas sejarah untuk menjadi pelopor untuk selanjutnya pada suatu saat mengambil posisi sebagai pembawa tongkat estafet. Kesadaran bahwa pemuda adalah pemilik energi yang memiliki daya dorong bagi perubahan inilah yang membentuk kekuatan besar bagi pemuda untuk segera berbenah dan menyiapkan segalanya untuk mengambil peran peran sejarah.

Semangat ini lahir dari kesadaran sosial dan pembaharuan demi kemajuan bangsa Indonesia. Semangat sejarah dan kepeloporan kaum muda pada hakikatnya adalah etika serta prinsip perjuangan untuk menegakan keadilan, kebenaran dan fitrah manusia. Dan hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai kaum muda terutama KNPI sebagai wadah organisasi kepemudaan, sebagai tempat berhimpunnya pemuda, yang tentu saja memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mewadai gerakan Kaum Muda tersebut.

Pada hari ini, tanggal 23 Juli adalah hari ulang Tahun KNPI ke-40. Hari ini adalah momentum yang tepat untuk melakukan perubahan baik dari sisi kepemimpinan dan peran-peran strategis dalam bingkai kebangsaan di tubuh KNPI. Di usia yang ke 40 tahun ini, KNPI harus mampu membangun wacana perubahan dan penguatan karakter kaum muda dan menjadikannya sebagai anak masyarakat yang cerdas, mandiri, visioner dan mampu menjadi subyek sosial. Kelahiran komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) adalah bukti dari kepekaan dan kepeloporan generasi muda dalam menjawab tantangan peran kesejarahan, dengan menggalang semangat persatuan dan kesatuan bangsa, mengkonsolidasi keanekaragaman potensi dengan baik, membentuk sinkronisasi dan sinergi partisipasi dalam rangka mensukseskan kegiatan pembangunan Nasional dan regional.

Kepedulian dan tanggung jawab kesejarahan ini, telah mengilhami  dan mendorong tokoh-tokoh pemuda dan pimpinan organisasi  kepemudaan dan kemahasiswaan yang berlatar belakang berbeda-beda, dengan rasa tulus dan ikhlas menyatakan diri berhimpun dalam langkah dan gerak bersama demi terciptanya cita-cita perjuangan bangsa Indonesia. Itulah cetusan Deklarasi Pemuda Indonesia, 23 Juli, sebagai landasan terbentuknya KNPI.

Kita harus menyadari bahwa KNPI sebetulnya merupakan cermin relasi antara negara dan kaum muda,  yang sekaligus juga sebagai produk dari relasi tersebut. Pemuda memiliki posisi strategis didepan pemerintah. Hampir disetiap kementerian Negara memiliki program program yang dikhususkan untuk pemuda. Dalam kementerian pemuda dan olah raga sendiri program yang disiapkan sudah cukup proporsional. Pertanyaannya, sejauh mana program kepemudaan tersebut efektif dan menjadi daya ungkit bagi pemberdayaan pemuda.

KNPI merupakan wadah berhimpunnya kaum muda yang memiliki fungsi sebagai wadah perjuangan pemuda, sebagai forum komunikasi dan penyalur aspirasi organisasi kepemudaan  serta sebagai perekat kemajemukan pemuda. Pada prinsipnya KNPI adalah kawah candradimuka yang menjadi pusat pengkaderan pemuda untuk tetap tampil prima sebagai agent of change di tengah masyarakat berbangsa dan bernegara.

Dalam menjalankan fungsi tersebut sesungguhnya KNPI dihadapkan pada problematika kepemudaan yang sedemikian komplek. Mulai dari narkoba, korupsi, pergaulan bebas, pengkaderan kelompok teror dan masalah-masalah sosial lainnya. Secara umum generasi muda dihadapkan pada besarnya hegemoni barat yang tanpa kita sadari tengah menggurita dan mempengarui jiwa dan pola pikir para kaum muda saat ini.

Enam Tantangan Pemuda

Memperhatikan masalah-masalah diatas yang begitu besar dan atas dasar begitu banyaknya peluang dan harapan, maka terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh aktivis KNPI dalam membangun kepemimpinan dan menentukan agenda strategis kedepan.

Pertama, KNPI sebagai wadah berhimpun kaum muda harus semakin mengembangkan sikap-sikap kepemudaan yang kritis dan progresif, sekaligus menghindarkan diri dari sikap dan prilaku yang epigonistik. Prilaku tersebut bisa kita sebut tidak sejalan dengan dinamika kepemudaan yang menjadi ciri khas pemuda yaitu kritis dan dinamis. Perilaku epigonistik atau generasi yang tidak memiliki gagasan baru dan hanya mengikuti menjadi pengekor generasi sebelumnya akan membuat image bahwa KNPI tidak lebih sebagai kepanjangtanganan pemerintah untuk meredam dinamika kaum muda yang memiliki peran dan karakter sebagai agent of changes.

Kedua, yang perlu diperhatikan juga adalah KNPI dituntut untuk tidak apriori terhadap elemen apapun baik pemerintah maupun berbagai dinamika ragam potensi kepemudaan di antaranya LSM atau OKP lainnya. KNPI harus mampu menyikapi secara tegas dan obyektif berbagai problem sosial dan menyikapinya secara kritis, korektif dan konstruktif terhadap masalah-masalah yang terjadi saat ini. KNPI harus mampu menjaga prinsip local genius yang mampu menyerap berbagai hal yang baru diluar dirinya, namun secara cerdas melakukan filterisasi. Apriori hanya akan membawa kepada posisi hitam putih, tanpa mampu memperoleh manfaat apapun dari lingkungan pergaulannya.

Ketiga, KNPI harus tanggap terhadap realitas dan dinamika kepemudaan yang mulai jenuh dengan berbagai aktivitas yang monoton dan konservatif. Kejenuhan ini semakin jelas sebagai bentuk protes terhadap berbagai realitas sosial yang nyaris tanpa perubahan apapun. Sebagaimana kejenuhan anak muda terhadap pembusukan sosial yang setiap hari didengar dan disaksikan dalam pemeritaan seperti korupsi, kolusi, nepotisme, ketidakadilan ataupun pelanggaran-pelanggaran HAM di lingkungan masyarakat. Problema tersebut harus diantisipasi dan disikapi dengan berbagai bentuk dan ragam pemikiran, sikap dan aktivitas.

Keempat, KNPI perlu menyeimbangkan proporsi orientasinya baik orientasi politik, ekonomi maupun kulturalnya. Jangan sampai KNPI terjebak dalam kepentingan-kepentingan pragmatis yang akan menyesatkan dalam orientasi gerakan. Pengalaman masa lalu yang menjadika KNPI sebagai alat politik kelompok tertentu tdak boleh terulang untuk saat ini dan masa yang akan datang.

Kelima, Alangkah lebih baiknya kita kembali ke khittah KNPI itu sendiri sebagai wadah pemuda harus yang senantiasa dijaga dan diejawantahkan dalam program organisasi yang terukur, terarah dan solutif terhadap masalah-masalah kebangsaan. Sehingga KNPI tidak lagi dimonopoli oleh kalangan tertentu. Sebagai wadah Pemuda, KNPI dituntut harus mampu memainkan perannya dalam bersentuhan dengan kebutuhan, aspirasi dan kepentingan segenap pemuda di Indonesia khususnya dalam aktualisasi potensi yang dimilikinya. Keanam, secara internal banyak problem KNPI yang mendesak dan harus segera dilakukan pembenahan sebagai jawaban logis dari dinamika internal maupun eksternal. Problem-problem inilah yang menjadi sebab mengapa KNPI terasa mengalami degradasi peran, meski metabolisme organisasi masih berjalan normal.

Hal-hal diatas harus diperhatikan dengan baik, karena hal tersebut sebagai jawabah dan solusi atas permasalahan yang tengah terjadi didalam tubuh KNPI itu sendiri. Kepemimpinan yang visioner dan agenda-agenda strategis harus segera di tata dengan baik agar proses regenerasi kepemimpinan yang bersih dan bermartabat akan segera terealisasi lewat tubuh KNPI tersebut. Kedepan KNPI harus kembali hadir sebagai wadah kaderisasi tokoh-tokoh muda yang berpontensi dan memiliki isi  yang besar yang terukur dalam proses berpartisipasi aktif dalam membangun bangsa dan negara. Demikian beberapa pemikiran yang bisa penulis hadirkan dalam kesempatan kali ini.

PEMUDA BERSATU, INDONESIA MAJU. DIRGAHAYU KNPI.